Thursday, July 28, 2005

NTF S*nt*n* in an Ubuntu Linux

Seorang teman, sebut saja Ronaldo, (nama sebenarnya lho, bener deh!) tiba-tiba tertarik tuk pasang Linux di Laptopnya yang manis. T41.

Bedanya tu laptop dia beli sendiri. Gak kayak T41-ku yang merupakan hadiah sekaligus titipan dari kantor.

Pertama dia instal Linux SuSE 9.1. Terus karena ada beberapa masalah di beberapa hal yang kurang sopan kalau diceritakan disini, dia akhirnya tertarik untuk masang Ubuntu.

Ubuntu untungnya gak buntu-buntu amat, semuanya satisfying buat Ronaldo. Sampai akhirnya dia butuh baca file-filenya yang masih ada di WinXP (dia dual boot sih).

Dia gak mau bikin FAT32 disamping buat file storage yang bisa dibaca dari dua dunia. Dia gak mau copy file-nya dari windows ke linux untuk edit-2 file itu. Dan terakhir, dia bilang, kalo ini berhasil, gw mau install linux totally. (yang bikin aku mikir S*nt*n* nih anak...)

Akhirnya tentu saja solusinya adalah captive. Hebatnya Ronaldo ini termasuk Anak yang Aneh bin kreatif, ntah dari mana dia dapet .deb buat installer captive-static di ubuntu. Cuman lucunya, dia gak tau gimana cara install .deb itu... (another s*nt*n* part of him, I believe).

Akhirnya ku instalasikan, ... bla.. bla.. bla ... .selesai.
Drive windows XP yang NTF S**** itu bisa dibaca diread-write dalam mode interaktif non-mounted.

Tapi untuk yang mounted-nya, captive ternyata bergantung sama LUFS (Linux Userland Filesystem, please CMIIW). Di paket captive deb itu udah ada source-nya LUFS, harus di kompile dulu tapi.

The thing is, kernel Ronaldo kan gak ada sourcenya, jadi aku musti install dulu headers-nya. (WARNING: ini part sangat teknis, jadi kalo gak ngerti ya udah, ngangguk aja dulu).

Terus, setelah berantem bolak-balik sama tuh kernel dan beragam kerumitan lainnya, aku berhasil mengidentifikasi bahwasanya line berikut ini yang bermasalah dari lufs source,dia adanya di file inode.c:

kill_proc_info(SIGUSR1, &info, GET_INFO(sb)->server_pid);

Aku cari, ada di linux-nya, kupikir, ini apa karena aku gak kompile kernel sendiri ya, tapi tentunya aku gak mau ngerusak hari yang sudah rusak ini dengan mengcompile lagi kernel di Ubuntu.

Aku langsung aja cabut dari sana-sini di source-nya kernel linux, berusaha melengkapi lufs-source itu. Tapi makin lama, bukannya makin selesai, malah makin dalem. Kupikir, kalo diterusin, bisa-bisa aku bikin kernel process management versiku sendiri. Bisa bahaya.

Akhirnya aku baca lagi inode.c lufs itu, terus aku sadari line diatas itu cuman buat ngasih tahu lufs server supaya shutdown. Mungkin disaat unmount. Aku iseng, ku comment-out aja line itu. Dan compile lagi lufs-source-nya.... berhasil.

Iseng mount NTF S****ng itu, dan berhasil.
Nge-crack sana sini, bikin minimal 4 security hole, akhirnya NTF S***n* itu bisa kubikin tuk dibaca sama User Ronaldo di Ubuntu, tapi tetep dengan prosedur yang sint****.

Ronaldo seneng banget, dia pikir aku jago (baca: s**tin*!!!).

Terus di test, buka satu file Office pakai OpenOffice dari UbuntuLinux-nya, berhasil, save, kemudian reboot dan baca lagi dari MS-Office di WinXP. Berhasil.

Kami salaman, dan Ronaldo pun pergi.

(btw: ini pastinya blognote yang paling s**ti*g yang pernah kutulis, please forgive me for any offend that you might take, I mean no harm. Dedicated to Paul, the Si**ng Guy)

Monday, July 25, 2005

Musik ... oh Musikk...

Dulu, aku kadang-kadang suka nyetel lagu keras-keras, just to let my feelings or thoughts at the time spread out. (Baru-baru ini aja tahu, kalo itu salah satu bentuk penyebaran Meme juga... dan salah satu yang efektif juga...).

Sekarang, kebiasaan itu berulang, thanks to mp3/ogg technology.

Tadinya aku pikir mp3 itu adalah bentuk media yang bebas pakai. Makin kemari, aku sadar, bahwa tidaklah begitu adanya.

Bagaimanapun tidak suka-nya aku sama artis-artis yang merasa bahwa cipta karya dan karsa seni mereka adalah milik mereka sendiri sehingga mereka merasa perlu memasang batasan terhadap orang lain, aku tetap merasa bahwa hak mereka itu memang musti paling tidak dihormati, jika aku ingin hak-hak pribadi ku juga dihormati orang.

Bertahun terombang-ambing diantara dua ujung ini:
Disatu sisi, aku percaya bahwasanya Seni dan setiap karyanya adalah milik kemanusiaan seutuhnya jika pun bukan semesta seutuhnya ...

Disisi lain, aku berusaha untuk selalu mencoba menghormati hak orang lain.

Tapi dua-tiga minggu kemarin, aku membuat keputusan.
Baca bismillah, dan terhapuslah semua mp3 bajakan itu .

Untung masih ada beberapa koleksi CD (cuman beberapa ... hiks...) yang bisa kuubah jadi mp3/ogg (aku pilih ogg ding, soalnya format ini patent-free, jadi terasa lebih bebas) Jadi ya gak sepi-sepi amat sih jadinya.

Thursday, July 21, 2005

Surat buat Inggris

Got this one from Maya, thanks May.

To Iman Al-Saadun:
Salam alaykum brother. May Allah blesses you, always.

Surat terbuka untuk bangsa Inggris dari Iman Al-Saadun,
seorang penduduk kota Baghdad, Irak.

diterjemahkan oleh rekan Muslim I. dari situs :
http://www.albasrah.net/ar_articles_2005/0705/eman_080705.htm

Surat Untuk Bangsa Inggris

Saya kirim surat ini kepada rakyat Inggris, khususnya penduduk kota London.

Selama selang waktu beberapa jam, saat terjadinya beberapa ledakan bom di
London, anda bisa rasakan sendiri menjalani hidup melewati saat-saat
keputus
asaan, kegelisahan dan tercekam horor. Pada saat-saat itu anda kehilangan
sanak keluarga atau teman, dan kami berharap untuk mengatakan kepada anda,
sejujur-jujurnya, bahwa kami juga ikut berduka ketika jiwa manusia
tercabut,
tewas jadi korban. Saya tidak bisa mengatakan kepada anda bagaimana derita
kami saat kami menyaksikan keputus asaan dan kesakitan yang tergambar di
wajah orang lain. Selama kami menjalani hidup melewati sutuasi seperti ini
-
dan akan terus menjalaninya setiap hari - sejak negara anda dan amerika
membentuk persekutuan dan menjalankan rencana untuk memerangi Irak.

Perdana Mentari negara anda, Tony Blair, mengatakan bahwa para pelaku
peledakan bom London, melakukannya atas nama Islam. Menteri Luar Negeri
amerika, Condoleezza Rice, menggambarkan pelaku pengeboman sebagai tindakan
barbar. Dewan Keamanan PBB langsung mengadakan rapat dan mengutuk secara
bersama atas kejadian itu.

Saya tergoda untuk bertanya kepada anda semua, rakyat inggris yang bebas,
ijinkan saya meminta penjelasan : Atas nama siapa negara kami
diblokade/embargo selama 12 tahun? Atas nama siapa kota-kota kami dibom
pakai senjata-senjata yang terlarang secara internasional? Atas nama siapa
tentara inggris menyiksa rakyat Irak dan membunuh mereka? Apakah atas nama
anda, wahai orang-orang inggris yg bebas? Atau atas nama agama anda? Atau
atas nama kemanusiaan? Atau kebebasan? Atau demokrasi?

Apa sebutan untuk orang-orang yang membantai dan membunuh lebih dari dua
juta anak-anak Irak? Apa sebutan untuk orang-orang yang menyebabkan tanah
dan air kami terpolusi 'depleted uranium' dan zat-zat mematikan lainnya?

Bagaimana komentar anda tentang apa yang terjadi di penjara-penjara di
Irak - di Abu Ghraib, Camp Bucca dan sejumlah kamp penjara lainnya? Apa
sebutan untuk orang-orang yang menyiksa pria, wanita dan anak-anak tak
berdosa? Apa sebutan untuk orang yang mengikatkan bom ke tubuh seorang
tahanan dan kemudian meledakkannya menjadi serpihan-serpihan? Bagaimana
komentar anda tentang penyempurnaan metode penyiksaan untuk tahanan Irak -
seperti merenggut paksa tungkai/lengan, mencongkel mata sampai keluar,
menyundut kulit dengan rokok menyala, membakar rambut dengan pemantik api?
Apakah kata-kata 'barbar' cocok untuk menggambarkan kelakuan para tentara
anda di Irak?

Bolehkah kami bertanya, mengapa Dewan Keamanan PBB tidak mengutuk
pembantaian rakyat tak berdosa di al-Amiriyah dan apa yang terjadi di
al-Fallujah, Tal'afar, Sadr City, dan an-Najaf? Mengapa seluruh dunia hanya
menyaksikan saja saat rakyat kami dibunuh dan disiksa dan tanpa ada yang
mengutuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap kami? Apakah karena
anda semua manusia sedangkan kami jenis lain yang lebih rendah? Apakah anda
pikir hanya anda saja yang bisa merasakan sakit dan kami tidak? Pada
Kenyataannya, kamilah yang paling bisa merasakan bagaimana beratnya skala
kesakitan dari seorang ibu yang kehilangan anaknya, atau seorang ayah yang
kehilangan keluarganya. Kami sangat tahu dan merasakan bagaimana sakitnya
kehilangan seseorang yang sangat dicintai.

Anda tidak pernah kenal para suhada kami, tapi kami mengenal mereka dengan
baik. Anda tidak mengingat mereka, tetapi kami senantiasa akan mengingat
mereka terus. Anda tidak menangisi kepergian mereka, tetapi kami sangat
menangisi mereka.

Apakah anda pernah mendengar nama seorang gadis kecil , Hannan Salih
Matrud?
Atau seorang anak laki-laki bernama Ahmad Jabir Karim? Atau Sa'id Shabram?

Ya, rakyat kami yang tewas mempunyai nama juga. Mereka mempunyai
wajah-wajah
dan cerita dan memori. Ada saatnya ketika mereka masih bersama kami,
tertawa
dan bermain bersama. Mereka mempunyai impian, seperti anda punya impian.
Mereka mempunyai masa depan yang menunggu. Tapi sekarang mereka tertidur
tan
pa mempunyai hari esok yang kan membangunkan mereka.

Kami tidak membenci bangsa inggris atau bangsa-bangsa lain di dunia ini.
Peperangan ini ditujukan atas kami, maka kami saat ini berjuang untuk
mempertahankan diri kami. Karena kami ingin hidup di tanah air kami
sendiri - tanah berdaulat kami, Irak - dan menjalani hidup sesuai dengan
yang kami inginkan, bukan yang pemerintah anda dan pemerintah amerika
inginkan.

Biarkan para keluarga korban yang terbunuh mengetahui bahwa tanggung jawab
insiden pemboman London kamis pagi itu tertumpu di pundak Tony Blair dan
politik luar negerinya. Hentikan peperangan terhadap bangsa kami! Hentikan
pembunuhan yang dilakukan oleh para tentara anda yang dilakukan tiap hari
itu! Akhiri penjajahan anda terhadap tanah kami!


Baghdad, 9 Juli, 2005.
Iman Al-Saadun

Bermimpilah... dan Wujudkan.

Taken from Republika.co.id:


Mesin, mobil, motor, dan teknologi canggih. Inilah yang terus memenuhi benak seorang Soichiro Honda. Bahkan, kegemarannya ini telah dimulai sejak dia kecil.

Ketika masih sekolah, Honda terus berkhayal tentang berbagai macam penemuan yang cemerlang. Saking tekunnya bermimpi menciptakan motor dan mobil berteknologi tinggi, Honda dikeluarkan dari sekolah. Namun, dia tak pernah patah arang. Honda terus mengejar mimpinya. Sekarang, lihatlah, mimpi pria Jepang itu terwujud. Berbagai produk dengan merek persis sama dengan namanya telah beredar luas. Tidak hanya di negeri asalnya, tapi juga merambah ke mancanegara, termasuk Indonesia. Atau kamu juga salah seorang yang memakai produknya? Yup, itulah kekuatan mimpi. Berkat mimpi dan kekuatan untuk meraihnya, Honda menjadi nama yang terus disebut. Sampai saat ini. Bagaimana dengan kamu? Pasti kamu juga punya mimpi yang pengen banget kamu wujudkan.

Thursday, July 14, 2005

Bila BBM Habis maka...

  1. aku akan mencoba belajar nanam padi
  2. aku kan kembali nulis-nulis source code diatas kertas
  3. cari cara untuk nabrakin atom tanpa BBM, siapa tahu energi yang dihasilkan cukup buat menerangi rumahku (baca: Apartemen Oranye) selama 2 tahun... asalkan saja aku tahu bagaimana menangkap energi yang lepas sebelum dia bikin rata rumahku.
  4. bisa jadi aku gak kan pernah balik lagi ke Banda Aceh... ohh...
  5. beli kuda ... terus jadi pengusaha ang-kud ... angkutan kuda... kali ya?
  6. muncul sekte baru yang menyatakan bahwa kiamat sudah datang

hal (gila) apa yang kan anda pikirkan?

My Final OS!

Setelah tiga kali ambil Test ini, akhirnya aku dapet ini:


You are Debian Linux. People have difficulty getting to know you.  Once you finally open your shell they're apt to love you.
Which OS are You?


yang pertama dua tahun lalu,
dapetnya Amiga OS...
yang kedua tahun lalu dapetnya GNU/Hurd

Kayaknya sejalan ya?
Sama hidup... maksudnya.

Friday, July 01, 2005

8 Tahun

Today is precisely my day of,

8 Colorful years at the Company.

Dan adakah yang kusesali?
Kalau dipikir mendalam... Rasanya tidak.

Semua ada hikmahnya.

Friday, June 17, 2005

Ustadz Rahmat Abdullah

Catatan Pinggir



Perkenalan pertamaku dengan beliau adalah ketika beliau mengisi acara pengajian rutin bulanan yang aku ikuti di Aceh. Waktu itu aku malah belum tahu sama sekali siapa beliau.

Namun tutur beliau yang cerdas, penuh isi dan menusuk hati, sungguh membuatku kagum.

Ketika kemudian seorang kawan baik mengenalkanku dengan Tarbawi, barulah aku paham siapa beliau adanya. Dan seperti layaknya mungkin semua orang yang suka membaca Tarbawi, tulisan beliau tidak pernah aku lewatkan.

Aku sendiri tak kenal dekat dengannya selain lewat tulisan-tulisannya tersebut, namun betapa sedihnya ketika mengetahui bahwa mungkin mulai minggu depan aku tidak akan dapat lagi menemui tulisan-2 itu.

Karya beliau mungkin telah berhenti, namun aku yakin amal dan semangat beliau akan terus hidup dalam diri setiap pejuang kebaikan berikutnya.

Aku sendiri iri akan perjuangan beliau, entah kapan diri ini bisa mengikuti jejaknya.


Selamat jalan ya Ustadz.
Rahmat dan Berkah Allah atasmu.

Wednesday, June 08, 2005

Khaerunisa

Jikalau seorang Khaerunisa harus meninggal dalam gerobak kotor tua milik ayahnya yang seorang pemulung.

Dan ketika sang Ayah harus menggendongnya dari Tebet menuju Bogor dengan KRL hanya untuk memakamkan sang anak.

Jika berita itu memang benar adanya.
Maka apalagi yang bisa kita hadapkan ke Ilahi?

Muka kita yang tak tahu malu ini?
atau Hati kita yang sudah tidak peduli?

Kalaupun kisah itu tidak benar,
tugas kita bersama untuk menjaganya dari keterjadian.

Monday, April 18, 2005

My Own Website

After a while, I've finally managed to get my own website on my own domain. Funnily it wasn't so hard to do.


Now, I gotta figure out what kind of picture I want to draw on the Empty Canvas.


Friday, March 18, 2005

Munchen or Munich ?

Akhirnya dapat juga kesempatan untuk training ke Munchen atau Munich, gak yakin yang mana yang bener. Dan lagi males ngerisetnya.

Beberapa catatan pinggir yang bisa kubilang sekarang adalah,
- Munchen/Munich is quite really a nice place. Walau susah banget cari makanan yang bener-bener Islami (pasti karena akunya yang kuper dan males).

- Salju...! Akhirnya bisa juga ngelihat salju pada masa hidupku didunia ini.

- Speaking of Snow, dan New Places, dan lainnya, jadi keinget lagi betapa aku masih sangat kurang bersyukur di Dunia ini. Allahu Akbar. Alhamdulillah.

Beberapa hal lain, kemarin sempat lihat TV disini nayangin acara yang sepertinya menyiarkan perkembangan sebuah perkampungan Islam di Afrika. Ngiri deh sama semangat belajar mereka.

Monday, February 07, 2005

Baca ini kemarin dulu di http://planet.debian.org:

=== Wouter Verhelst bilang:
Jamin Philip Gray reported about a little problem in the current German employment laws:

  • If you're unemployed for more than a year in Germany, and you refuse a job offer, you can apparently lose your welfare benefits. Which is reasonable; the same is true in Belgium.
  • Since 2002, prostitution is no longer illegal in Germany; prostitutes and brothel owners pay taxes like everyone else. This was done in an attempt to fight trafficking in women, which is reasonable. As a result of this, brothel owners can now send out job offers for prostitutes in exactly the same way a hospital can send out a job offer for a nurse, possibly through a job centre where unemployed people would go and ask for a job.

Now combine the above two.

===
Mudah-mudahan yang beginian (terutama yang point kedua) gak akan pernah kejadian di Indonesiaku tercinta. Naudzubillah min dzalik.

Monday, January 17, 2005

System Shutdown

Bicara soal masih musti nunggu giliran.

Tsunami ini memberikan banyak "system-shock" buatku pribadi.
Not that I don't realize many of these things before. It's just that, tsunami gives a sudden experience, sudden enlightment, that my system, will also be shutted down someday.

Dan ketika saat itu tiba, What will I do?
Still an unanswered question.

Belum pernah aku merasa sebegitu dekatnya dengan kematian, daripada saat-saat ini, utamanya setelah perjalananku ke Banda Aceh kemarin. Begitu terasa bahwasanya Allah itu dekat. Lebih dekat dari urat leherku sendiri. Begitu banyak hikmah yang tiba-tiba saja terasa jelas. Seperti ada wiper yang tiba-tiba menghapus titik-titik hujan di kaca jendela kita yang sudah buram.

Banyak hal yang harus (terus-menerus) dibenahi. Karena ketika shutdown itu terjadi, aku pasti tidak akan punya kesempatan untuk menjalankan shutdown scripts terlebih dulu.

Allah, berikanlah kami akhir yang baik. Amin.

A Blessing in Disguise

Waktu itu baca di koran. Apa di email, apa nonton di TV gitu.

Katanya sih, pulau Sumatra itu terjaga oleh Aceh. Kalo posisi Sumatra itu tegak lurus, bisa-bisa Tsunami kemarin menghantam seluruh pantai Sumatra. Tapi karena (posisinya) miring kiri dengan Aceh sebagai ujung tombak-nya, maka Tsunami kemarin hanya menghantam Aceh.

A Blessing in Disguise.

Kalo bicara blessing in disguise, aku juga jadi sadar, bahwa sangat bisa jadi kalo orang-orang yang meninggal itulah yang di-selamat-kan Allah Swt. Dan itu yang akhirnya aku do'akan selalu. Kebaikan buat mereka.

Meanwhile, tugas berat menunggu buat kita-kita yang masih hidup dan masih musti nunggu giliran ini.

Kalo aku sih sekarang ini main-concern-nya adalah bagaimana membantu anak-anak Aceh yang masih hidup itu. Mau jadi OTA, nggak yakin banget bisa, kalo melihat struktur Cash-Flow belakangan ini. Coba-coba kumpulin data dulu deh. Hasilnya begini:

Organisasi-organisasi pengumpul data (saat ini) Anak-anak Aceh:
  • PKS/BSMI/PKPU Banda Aceh: 0651-70043. Tadi pagi dapat juga nomer dari Putra, tapi belum tahu apa bisa di publish disini apa nggak. Tapi itu terkait juga sama posko gabungan ini.
  • Gema Nusa: CP. Ibu Herly 0816864250 022-70720933.
  • Daarut Tauhid: Jl Gegerkalong Girang No 30D Bandung 40153 022-2014374, 2003238, Fax: 022 2003238 Jl. Cipaku I No. 43 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12170 (021)7235255, Fax: 021-7235258.
  • Gerakan Muslimat Indonesia: CP. TIARA/INA/Irene Handono 021-7261469
Dari Telkomsel sendiri sudah ada beberapa orang yang bilang siap menjadi OTA. A relieving news.
Tinggal bagaimana mengorganisasi semuanya. Hmm.

Terus kemarin, sempat kontak juga Ustadz Raihan tersayang, diskusi masalah kiriman bantuan, selesai diskusi beliau menyampaikan juga kalo Relawan-Relawan disana, sekarang sudah juga membutuhkan Uang Tunai, mereka sebagian besar adalah orang-orang Aceh yang selamat dan tidak punya pekerjaan lagi, namun tetap punya saudara/keluarga/relatives untuk disupport. Dan mereka sudah mulai kebingungan sekarang. Something to also be thinking about.

Kata Ustadz, kalo ada yang mau nyumbang buat mereka bisa langsung dikirim melalui rekening Bank Syariah Mandiri cabang Aceh Utama berikut ini:
  • 0100122395. Belum yakin ini account atas nama siapa, tapi aku pikir kalo bukan atas Nama PKS, paling Ustadz Raihan. Tapi aku bisa bilang disini, nomor ini tidak ada kesalahan pencatatan, jadi insya Allah bisa dipercaya.
Apalagi ya sekarang?
Buat listing account-account bantuan lainnya, MetroTV, RCTI, SCTV, AnTV, TransTV, dan lainnya sudah mempublish, dan Catatan-nya mas Koen juga menyimpannya.

Kata teman di Isnet, yang perlu diingat adalah ini adalah sebuah proses lari Marathon, bukan lari Sprint, jadi harus ingat untuk menjaga stamina. Agar ketika saat-saat darurat berlalu, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bisa kita lalui dengan baik.

Ayo semuanya.







Friday, January 07, 2005

Dora dan Bunga

Dora dan Bunga itu bisa dibilang ponakanku.

Gak langsung sih, malah juga gak kandung (dalam artian ibu/bapaknya saudara satu ayah satu ibu denganku). Mereka berdua keponakan temanku, yang sudah kuanggap keponakanku juga.

Gak sering sih ketemu sama mereka berdua.
Apalagi setelah jauh pindah ke Jakarta.

Tapi begitu Hari ini, tahu mereka berdua adalah bagian dari korban dalam Tsunami di Banda Aceh kemarin. Hatiku tiba-tiba miris. Terkenang. Terharu.

Dora itu anak yang lucu, lincah, periang, dan cerdas.
Bunga, sedikit lebih pendiam, tapi juga lincah, dan pintar.

Keduanya kira-kira kelas 1/2 SD sekarang. Dulu masih TK.

Sering, ketika aku main kerumah paman mereka, mereka ada disana.
Mengajakku becanda dan bermain. Berlari kesana kemari.

Seperti baru kemarin.

Susah juga ya.
Nampaknya duka ini masih akan lama kurasakan.

Tuesday, January 04, 2005

Bencana di Aceh - Back to Jakarta

Sumbangan dana yang kemarin, insya Allah tersalurkan semua.
Bersama-sama dengan sumbangannya Telkomsel dan PKPU, tersalurkan melalui posko PKPU di Lambaro.

Alamat-alamat yang dititipkan juga sudah ketemu semua, walaupun sebagian sudah mengabarkan lebih dulu kepada keluarganya, jadi aku tidak perlu mencari lagi.

Kalo disuruh cerita keadaan disana, sungguh masih terasa berat buatku, saat ini.

Banda Aceh sudah kuanggap kota tempat aku belajar banyak soal banyak hal.
Kalo sekarang kota itu hancur, rasanya, part of me ikut merasakannya.

Banyak teman, saudara, dan tempat-tempat kenangan yang sudah tiada lagi.

Tapi aku percaya sama takdir Allah.
Dia-lah yang Maha Mengetahui segala hikmah dibalik peristiwa ini.
Tak ada sesuatu-pun yang sia-sia.

Satu hal,
aku iri sama kekuatan teman-teman, saudara-saudara yang dengan ikhlas terus berjuang membantu memulihkan keadaan disana. Semoga hidup mereka dipenuhi ridha Allah swt. Amin ya Allah Amin.

Untuk saudaraku, teman, dan mereka yang telah hilang dan tiada. Semoga Allah meninggikan derajat kalian, menghapuskan dosa-dosa yang lalu, dan memudahkan jalan ke surga. Amin.

Buat aku,
Banyak kerja berat menanti sekarang.

Kuatkan kami ya Allah. Amin.

Monday, December 27, 2004

Bencana di Aceh

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un.
Aceh kita kembali diberi ujian oleh Allah Swt.
---

Aku kan pergi kesana Besok. Insya Allah.
Naik Hercules/charteran dari Telkomsel. Membawa banyak misi, duka, dan sedikit bantuan.

Dan ini adalah,
catatan perjalananku.

---
Hari ini, sudah ada sumbangan dana dari Teman-2 Telkomsel sebesar:
Kantor Pusat Wisma Mulia Lt. 7: Rp. 2.270.000,- + Rp. 50.000,- (last minute from RR).
Kantor Pusat - OMC: Rp. 644.000,-
Kantor Pusat Wisma Mulia Lt-nya Dewi Megawati (8 apa 9 tuh ya?): Rp. 600.000,-

Total sekitar:
Rp. 3.564.000,-

Terus, ada beberapa teman yang juga menitipkan kabar untuk saudara-2/teman-2 disana. Ada :
Ibunda Khatidjah di Lamprit (Toda No. 12)
Dasril-Laila: di Taman Siswa 109.
Danramil Letda Inf. Widyo Suksmono, terakhir di Kodam Iskandar Muda.

Belum lagi,
Kak Ina di Labuy, Kak Evy di Sabang, Bang Romy di Sinabang, Kak Ella di Blang Pidie, Kak Elly, Kak Rita, Bang Denny, Bang Eddy, dan banyak lagi saudara-saudaraku.


Mudah-2 an bisa nemuin mereka semua.
Do'akan aku bisa menunaikan amanah dan tugas-2 ini dengan sempurna ya.


Salam hangat.


Tuesday, October 12, 2004

Catching ups - Least Square Methods

Lama banget nggak ngisi Blogger...
Kangen.

Banyak sih yang terjadi, cuman males aja nulisnya.
Kadang pas lagi pingin, malah gak lagi deket sama the net.

Mungkin udah saatnya blogger nyediain akses bloggin dari ponsel ya? apa udah ada?

Hello Blogger people, if you read this, please integrate Mobile Blogging capabilities into your site. Please...

Desperate banget gak tuh kedengarannya?

Anyway,
Gara-gara disuruh analisa trafik lebaran, terus males banget bikin grapik di Spreadsheets (baca: spretsits), aku akhirnya belajar rumus matematik buat nentuin trend data. Judulnya Least Square Methods.

Intinya kita nyari selisih square terkecil dari kumpulan data pada x-y axes graphics gitu.
Terus dapetin konstantanya terus tinggal dikaliin aja ama posisi data tertentu. Rumit deh.
Mungkin bisa dicek di link ini: http://www.efunda.com/math/math_home/math.cfm buat detailnya, cari bagian Least Square Methods.

Hasil Query SQLnya seru deh,
panjang banget, agak-agak serem, tapi seru.

Kurang lebih begini hasilnya:

select routeid, a+b*trend_vlr as trend_traff , bh_circuits,
offcap(bh_circuits, 1) as cir_offcap

from
(select mscid, a+b*320 as trend_vlr
from
(select mscid,
case when ((n*x2)-ex2) = 0 then
((y*x2) - (x*xy))
else
(((y*x2) - (x*xy))/((n*x2)-ex2))
end
as a,
case when ((n*x2)-ex2) = 0 then
(n*xy - (x*y))
else
((n*xy - (x*y))/((n*x2) - ex2))
end
as b
from
(select
mscid,
count(day) as n,
sum(bh_vlrsubs) as y,
sum(extract(doy from day) - 186) as x,
sum(pow(extract(doy from day) - 186, 2)) as x2,
sum((extract(doy from day) - 186)*(bh_vlrsubs)) as xy,
pow(sum(extract(doy from day) - 186), 2) as ex2
from
vlr_data_dy as v
where
(v.day>='2004-07-05' and v.day <= '2004-09-06')
group by mscid
) as z
) as y
) as vtr,
(select
routeid, bh_circuits,
case when ((n*x2)-ex2) = 0 then
((y*x2) - (x*xy))
else
(((y*x2) - (x*xy))/((n*x2)-ex2))
end
as a,
case when ((n*x2)-ex2) = 0 then
(n*xy - (x*y))
else
((n*xy - (x*y))/((n*x2) - ex2))
end
as b
from
(select
min(routeid) as routeid, max(bh_circuits) as bh_circuits,
count(weekof) as n,
sum(bh_itraffic+bh_otraffic) as y,
sum(v.bh_vlrsubs) as x,
sum(pow(v.bh_vlrsubs, 2.0)) as x2,
sum(v.bh_vlrsubs*(bh_itraffic+bh_otraffic)) as xy,
pow(sum(v.bh_vlrsubs), 2.0) as ex2
from
route_bh_wk,
vlr_data_dy as v
where v.day=route_bh_wk.bd and
substr(routeid, 1,5) = v.mscid and

(weekof>='2004-07-05' and weekof <= '2004-08-30') and
(routeid like 'M%/T%' or routeid like 'G%/T%')
group by routeid

) as d
) as e
where substr(e.routeid, 1, 5)=vtr.mscid;
---
phew...
mudah-mudahan gak ada data rahasianya disitu...

:-)

Lumayan, hasil akhirnya bisa langsung aku kopi paste ke spretsits-ku (gnumeric dong... he..he..)
Dan after kutak-katik dikit, jadi laporan buat bos.


Wednesday, May 26, 2004

Sebetulnya orang itu cenderung menjadi lebih kacau atau lebih baik?

Kalau ngikutin teori apa tuh (gak inget, dan bukan ahli fisika sama sekali) entropi kali ya? Keadaan memang akan cenderung menuju kearah lebih kacau dari sebelumnya.

Teori lucu yang masih perlu banyak pemikiran dan kesadaran.
Tapi kalau melihat dunia sekarang ini, negara ini, masyarakat sekitarku, dan diriku sendiri. Kok ya, rasanya memang entropi (bener gak sih entropi? kok ragu ya) itu lagi terjadi. Kecenderungan untuk berubah kearah yang lebih kacau, untuk tidak menyebut buruk, kuat sekali mempengaruhi. Dan kelihatan/kerasa banget.

Daftarnya panjang, mulai dari Israel, Amerika, issue-issue free-s**x, pemilu di INA dan diluar, hilangnya tatanan moral yang ketat, dll..dll...

Apa iya?

Mungkin aku cuma lagi pesimis aja, karena buktinya, masih banyak hal baik yang terus menerus bermunculan, dan terus berkembang.

Tinggal disemai aja.
Aku sendiri? Perlu lebih keras menata diri.

Lebih keras lagi.

Tuesday, May 18, 2004

Blogging from Email?

After a while not reaching for blogger.
Kind of surprise seeing that it has change. Much.

And they say I can do blogging by email now.

Let's just see.